Berita Nusantara satu.web.id.
TANGERANG — Sebuah bengkel sekaligus tempat jual beli motor bekas milik Kemed di Kampung Jaha, RT 003 RW 005, Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dibuat geger akibat dugaan penipuan dengan modus salah transfer pada Selasa (12/5/2026).
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, seorang wanita datang bersama keluarganya untuk membeli sepeda motor bekas di bengkel tersebut. Pembayaran dilakukan melalui transfer bank. Namun, setelah transaksi dilakukan, uang yang dikirim disebut tidak masuk ke rekening pemilik bengkel, melainkan ke rekening orang lain yang tidak diketahui.
Wanita tersebut kemudian menangis dan menuntut agar pihak bengkel mengembalikan uang yang telah ditransfer. Situasi di lokasi sempat memanas karena pihak keluarga meminta pertanggungjawaban atas uang yang hilang.
Peristiwa itu lalu dilaporkan ke Polsek Pagedangan. Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari pihak bengkel maupun sejumlah saksi.
Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, wanita yang sebelumnya mengaku sebagai korban justru diketahui menghilang. Nomor telepon yang digunakan juga sudah tidak aktif sehingga menimbulkan dugaan adanya unsur penipuan atau rekayasa dalam kejadian tersebut.
Kemed selaku pemilik bengkel mengaku merasa dirugikan, terutama terkait nama baik usahanya akibat insiden tersebut. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan kronologi sebenarnya serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli kendaraan, khususnya pembayaran melalui transfer bank. Pastikan nama dan nomor rekening tujuan telah sesuai sebelum mengirim uang guna menghindari kerugian akibat tindak penipuan.
Tim Red

Posting Komentar